Senin, 10 November 2014

TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) FILSAFAT ADMINISTRASI

Tugas ke 4 UTS Filsafat Administrasi
TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
Pada pertemuan ke 8 (Kesepakatan Perbaikan)
MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI

Pertanyaan;
Berikan analisis kritis, Apa dan Bagaimanakah Hakekat Filsafat Administrasi bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk pada Saudara dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada teori X, Y dan Z serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?

Keterangan:
1.       Hasil analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya Ilmiah (Artikel) !
2.       Hasil unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti laporan dan penilaian  UTS, pada pertemuan ke 9, tidak diijinkan terlambat;
3.       Benang merah / Abstrak dari artikel, tugas ke Empat ini dimasukkan pada komentar langsung di blogg ini (milik dosen pengampu/pengajar);

Terimakasih, selamat bekerja.

                      jawaban:

=>Filsafat:
Filsafat dalam bahasa yunani terdiri dari dua suku kata, yaitu philos dan shopia. Philos biasanya diterjemahkan dengan istilah gemar, senang, atau cinta. Shophi adapat diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “filsafat” berarti cinta kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu.

=>Administrasi:
Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
--Administrasi dalam arti sempit, merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
--Administrasi dalam arti luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

=> Tujuan Penulisan: Materi ini dipelajari untuk mengetahui pentingnya mengetahui  administrasi yang sebenarnya, tidak terpaku hanya pada pengertian bahwa administrasi merupakan ilmu tulis – menulis saja.

=>Kompetesi yang akan dibentuk dengan belajar filsafat administrasi: mencetak pemimpin yang berkualitas, karakter dan sikap perilaku integritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam memimpin instansi.
--rumus kepemimpinan: L=F ( l .f .s ).
L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
l=leader ( pemimpin ). f= follower ( anggota ). s= situation ( situasi ).

=>Dengan bersandarkan Teori XYZ.
Pemimpin menurut teori XYZ:
-Teori x :Pemimpin yang pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan.
-Teori Y :Pemimpin yang tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan.
-Teori Z :Pengembangan dari teori XY, pemimpin yang lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman.

=>Teori yang saya pilih: KEPEMIMPINAN.
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

SUKSES DALAM KEPEMIMPINAN

A.Pengertian pemimpin
Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
B.Empat Kunci Teori Kepemimpinan:
     1.     Teori Karakter:
-  Menjelaskan kepemimpinan dalam   konteks kualitas personal  individu   - Ciri-cirinya:
berkarisma, berenergi, tekun, mau mengambil resiko, orisinil dan kreatif, percaya diri, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, memiliki kemampuan untuk mengkoordinasi usaha orang lain, dan memiliki kebulatan tekad untuk mendapatkan penyelesaian masalah
    2.     Teori Gaya
             -Teori Gaya menekankan pada pentingnya menyesuiaikan gaya memimpin dalam satu situasi                  tertentu
            -Terdapat  dua cara utama untuk menganalisa gaya kepemimpinan ini:
            - Autokratis versus demokratis
            - Orientasi tugas versus orientasi hubungan
   3.     Teori Kemungkinan
-Menekankan pada kepemimpinan yang sesuai dengan konteks spesifik
-Apa yang dianggap sesuai untuk satu konteks belum tentu sesuai dengan yang lain
-Menggunakan pendekatan “paling sesuai”  dengan memperhatikan efektivitas interaksi variabel-variabel berikut:
            1. Kejelasan tugas: tujuan, struktur organisasi
            2. Gaya kepemimpinan: disenangi, dan berkarakter
            3. Hubungan: antara pemimpin dan pengikut, termasuk 
                gaya dan ekspektasi, dan satu sama  lain
            4. Lingkungan , termasuk sistem  regulasi organisasi
    4.     Teori Transformasional
-Terdapat dua bentuk kepemimpinan yang dibedakan:
            1. Transaksional: kepemimpinan dengan orientasi
                tugas berdasarkan kewajiban dalam kontrak, dan  
                negosiasi.
2. Transformasional: orientasi pada inspirasi dan visi kerjasama dan partisipasi, tranformasi perasaan,sikap dan kepercayaan pengikut dengan pemeliharaan hubungan, kesatuan nilai dan tujuan serta pengembangan budaya institusional.
=>Karakteristik utama kepemimpinan transformasional:
            - Pengaruh ideal
            - Motivasi inspirasional
            - Rangsangan Intelektual
            - Pertimbangan individual
C.Pemimpin Sejati.
  Melihat dirinya sebagai ’’Longlife Learner” dan bukan berambisi menjadi “Longlife Leader “
    ’Longlife Learner ?
 1.     Pemimpin yang suka berubah, suka belajar
2.     Pemimpin yang suka belajar, tidak anti perubahan, tetapi memprakarsai perubahan
3.     Menggagas visi, membuahi realitas masa kini, melahirkan realitas baru di masa depan
4.     Siap membaca, mendengarkan, berpikir, berefleksi, bereksperimentasi, dan bertindak
5.     Siap membengun kultur yang lebih manusiawi, otentik, dan berperadaban
6.     Siap mengatur strategi, memompakan motivasi juang, melayani “konstituen” yang menyepakati dan menghormati “konstitusi” yang disepakati bersama.

D.Strategi Pemimpin.
    “Memberdayakan Infrastruktur”
 - Mengkomunikasikan Visi
 -Mengembangkan budaya mutu
 -Memberdayakan Para Guru dan tenaga
   kependidikan lain
  -Mengembangkan Tim Kerja yang Solid

E.Bagaimana Membuat Tim Efektif  ?
   1.     Butuh peran anggota yang telah didefinisikan secara jelas
   2.     Butuh tujuan yang jelas
   3.     Butuh sumberdaya dasar untuk beroperasi
   4.     Perlu mengetahui tanggungjawab dan batas-batas otoritasnya
   5.     Perlu rencana kerja
   6.     Butuh seperangkat aturan untuk bekerja
   7.     Perlu menggunakan alat-alat yang tepat untuk mengatasi masalah dan  menemukan solusi
   8.     Perlu mengembangkan sikap tim yang baik dan bermanfaat

F.Pemimpin dalam teori X Y Z.

-Teori x :Pemimpin yang pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan.
-Teori Y :Pemimpin yang tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan.
-Teori Z :Pengembangan dari teori XY, teori yang lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman.