Senin, 10 November 2014

SUKSES DALAM KEPEMIMPINAN

A.Pengertian pemimpin
Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
B.Empat Kunci Teori Kepemimpinan:
     1.     Teori Karakter:
-  Menjelaskan kepemimpinan dalam   konteks kualitas personal  individu   - Ciri-cirinya:
berkarisma, berenergi, tekun, mau mengambil resiko, orisinil dan kreatif, percaya diri, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, memiliki kemampuan untuk mengkoordinasi usaha orang lain, dan memiliki kebulatan tekad untuk mendapatkan penyelesaian masalah
    2.     Teori Gaya
             -Teori Gaya menekankan pada pentingnya menyesuiaikan gaya memimpin dalam satu situasi                  tertentu
            -Terdapat  dua cara utama untuk menganalisa gaya kepemimpinan ini:
            - Autokratis versus demokratis
            - Orientasi tugas versus orientasi hubungan
   3.     Teori Kemungkinan
-Menekankan pada kepemimpinan yang sesuai dengan konteks spesifik
-Apa yang dianggap sesuai untuk satu konteks belum tentu sesuai dengan yang lain
-Menggunakan pendekatan “paling sesuai”  dengan memperhatikan efektivitas interaksi variabel-variabel berikut:
            1. Kejelasan tugas: tujuan, struktur organisasi
            2. Gaya kepemimpinan: disenangi, dan berkarakter
            3. Hubungan: antara pemimpin dan pengikut, termasuk 
                gaya dan ekspektasi, dan satu sama  lain
            4. Lingkungan , termasuk sistem  regulasi organisasi
    4.     Teori Transformasional
-Terdapat dua bentuk kepemimpinan yang dibedakan:
            1. Transaksional: kepemimpinan dengan orientasi
                tugas berdasarkan kewajiban dalam kontrak, dan  
                negosiasi.
2. Transformasional: orientasi pada inspirasi dan visi kerjasama dan partisipasi, tranformasi perasaan,sikap dan kepercayaan pengikut dengan pemeliharaan hubungan, kesatuan nilai dan tujuan serta pengembangan budaya institusional.
=>Karakteristik utama kepemimpinan transformasional:
            - Pengaruh ideal
            - Motivasi inspirasional
            - Rangsangan Intelektual
            - Pertimbangan individual
C.Pemimpin Sejati.
  Melihat dirinya sebagai ’’Longlife Learner” dan bukan berambisi menjadi “Longlife Leader “
    ’Longlife Learner ?
 1.     Pemimpin yang suka berubah, suka belajar
2.     Pemimpin yang suka belajar, tidak anti perubahan, tetapi memprakarsai perubahan
3.     Menggagas visi, membuahi realitas masa kini, melahirkan realitas baru di masa depan
4.     Siap membaca, mendengarkan, berpikir, berefleksi, bereksperimentasi, dan bertindak
5.     Siap membengun kultur yang lebih manusiawi, otentik, dan berperadaban
6.     Siap mengatur strategi, memompakan motivasi juang, melayani “konstituen” yang menyepakati dan menghormati “konstitusi” yang disepakati bersama.

D.Strategi Pemimpin.
    “Memberdayakan Infrastruktur”
 - Mengkomunikasikan Visi
 -Mengembangkan budaya mutu
 -Memberdayakan Para Guru dan tenaga
   kependidikan lain
  -Mengembangkan Tim Kerja yang Solid

E.Bagaimana Membuat Tim Efektif  ?
   1.     Butuh peran anggota yang telah didefinisikan secara jelas
   2.     Butuh tujuan yang jelas
   3.     Butuh sumberdaya dasar untuk beroperasi
   4.     Perlu mengetahui tanggungjawab dan batas-batas otoritasnya
   5.     Perlu rencana kerja
   6.     Butuh seperangkat aturan untuk bekerja
   7.     Perlu menggunakan alat-alat yang tepat untuk mengatasi masalah dan  menemukan solusi
   8.     Perlu mengembangkan sikap tim yang baik dan bermanfaat

F.Pemimpin dalam teori X Y Z.

-Teori x :Pemimpin yang pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan.
-Teori Y :Pemimpin yang tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan.
-Teori Z :Pengembangan dari teori XY, teori yang lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar