Tugas ke 4 UTS Filsafat Administrasi
TUGAS KE 4, UJIAN TENGAH SEMESTER
(UTS)
Pada pertemuan ke 8 (Kesepakatan Perbaikan)
MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI
Pertanyaan;
Berikan analisis kritis, Apa dan Bagaimanakah
Hakekat Filsafat Administrasi bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan
dibentuk pada Saudara dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada teori X,
Y dan Z serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?
Keterangan:
1. Hasil
analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya
Ilmiah (Artikel) !
2. Hasil
unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti
laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 9, tidak diijinkan
terlambat;
3. Benang
merah / Abstrak dari artikel, tugas ke Empat ini dimasukkan pada komentar
langsung di blogg ini (milik dosen pengampu/pengajar);
Terimakasih, selamat bekerja.
jawaban:
=>Filsafat:
Filsafat dalam bahasa yunani terdiri dari dua
suku kata, yaitu philos dan shopia. Philos biasanya
diterjemahkan dengan istilah gemar, senang, atau cinta. Shophi adapat
diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
“filsafat” berarti cinta kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti
berusaha mendalami hakikat sesuatu.
=>Administrasi:
Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
--Administrasi dalam arti sempit, merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
--Administrasi dalam arti luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
=> Tujuan Penulisan: Materi ini dipelajari untuk mengetahui pentingnya mengetahui administrasi yang sebenarnya, tidak terpaku hanya pada pengertian bahwa administrasi merupakan ilmu tulis – menulis saja.
=>Kompetesi yang akan dibentuk dengan belajar filsafat administrasi: mencetak pemimpin yang berkualitas, karakter dan sikap perilaku integritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam memimpin instansi.
--rumus kepemimpinan: L=F ( l .f .s ).
L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
l=leader ( pemimpin ). f= follower ( anggota ). s= situation ( situasi ).
=>Dengan bersandarkan Teori XYZ.
Pemimpin menurut teori XYZ:
-Teori x :Pemimpin yang pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan.
-Teori Y :Pemimpin yang tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan.
-Teori Z :Pengembangan dari teori XY, pemimpin yang lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman.
=>Administrasi:
Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
--Administrasi dalam arti sempit, merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
--Administrasi dalam arti luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
=> Tujuan Penulisan: Materi ini dipelajari untuk mengetahui pentingnya mengetahui administrasi yang sebenarnya, tidak terpaku hanya pada pengertian bahwa administrasi merupakan ilmu tulis – menulis saja.
=>Kompetesi yang akan dibentuk dengan belajar filsafat administrasi: mencetak pemimpin yang berkualitas, karakter dan sikap perilaku integritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam memimpin instansi.
--rumus kepemimpinan: L=F ( l .f .s ).
L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
l=leader ( pemimpin ). f= follower ( anggota ). s= situation ( situasi ).
=>Dengan bersandarkan Teori XYZ.
Pemimpin menurut teori XYZ:
-Teori x :Pemimpin yang pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan.
-Teori Y :Pemimpin yang tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan.
-Teori Z :Pengembangan dari teori XY, pemimpin yang lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman.
=>Teori yang saya pilih: KEPEMIMPINAN.
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar